Senin, 16 Agustus 2010

NENEK DAN SURAT


      NENEK DAN SURAT
      > Seorang nenek yang ingin mengirim surat kepada cucunya.
      > Karena ia lupa membawa kacamata, akhirnya ia meminta tolong seorang
      > petugas di loket kantor pos untuk membantunya.
      > Nenek : "Bisakah anda membantu menuliskan alamat pada amplop ini ?"
      > Setelah petugas loket menuliskan alamatnya, nenek itu berkata lagi :
      > Nenek : "Bisakah anda membantu menuliskan suratnya ?"
      > Setelah menuliskan surat itu dengan penuh ketulusan dan suka cita,
      > bertanyalah sang petugas kantor pos kepada si Nenek :
      > Petugas kantor pos : "Apa lagi yang bisa saya bantu, Nek?"
      > Nenek : "Tolong tambahkan di bawah suratnya,
NB : Maaf, tulisannya jelek".
     
     


USUS BUNTU
            > Sang pasien mati-matian membujuk dokter agar tidak membedahnya.
       > "Sebetulnya saya tidak menderita penyakit yang serius," ungkapnya,
      > "kecuali usus buntu saya agak terasa gatal."
      > "Baiklah kalau begitu," jawab dokter,"mari segera kita keluarkan."
      > "Apakah usus buntu ini harus dikeluarkan hanya karena gatal sedikit,  Dok?"
      > "Tentu saja," balas dokter dengan nada tidak sabar.
      > "Setelah dikeluarkan barulah kita bisa menggaruknya."
     
      TIDAK DIBALAS
      > Daru, seorang murid SMP yang terkenal nakal di tegur oleh Ibu Gurunya.
      > Ibu Guru :" Daru, mengapa kemarin kamu tidak masuk ? "
      > Daru     :" Sakit, Bu ? "
      > Ibu Guru :" Mengapa tidak kirim surat ? "
      > Daru     :" Habis tidak pernah di balas, sih. "
     
      MENANG LOTERE
      > Seorang suami dengan gembiranya pulang kerumah sambil
      > berteriak-teriak di jalalan, Horeeeee saya dapat 1 Milyard.....
     
      > Para tetangganya bingung sambil melihat ke arah laki-laki
      > itu yang sedang masuk ke pintu rumahnya...
     
      > Sambil menendang pintu rumahnya Ia berseru, "Pintu ini, besok di ganti..!"....
     
      > Selanjutnya sampai di dalam rumah, kursi dan meja yang ada
      > di ruang tamu di tendang juga hingga rusak, "Besok juga diganti....!!"...
     
      > Istrinya kaget sekali dan beseru kepada suaminya, "Hey apa sudah gila kamu, barang    yang masih bagus koq di tendang hingga rusak begitu, dari mana dapat uang untuk beli
      > gantinya (belum tahu kalo suaminya dapat lotre)...!".
     
      > Jawab suaminya, " Diam kamu jangan banyak mulut...!".
      > Sambil berjalan ke arah televisi dan audio set yang ada di rumahnya
      > kemudian di tendang lagi sambil berseru, "Ini juga, Besok diganti...!"
     
      > Istrinya sudah tidak sabar lagi dan langgsung berseru lagi kepada suaminya, "Kamu  maunya apa sih barang-barang masih dicicil semua koq malah di hancurin, emang maunya kamu apaan.... kalo mau sini tendang aku", tantang istrinya.
     
      > Si suami yang sudah mulai marah ditantantang begitu, langsung saja menendang istrinya sambil berseru, " Ia Besok juga kamu diganti...!".
           
      3 LANTAI ....
      > Seorang pedagang kaya yang terkenal pelit kebetulan sedang mengadakan
      > perjalanan ke luar kota bergegas memasuki sebuah hotel. Ia bermaksud mencari
      > tempat untuk menginap. Ia menanyakan tarif kamar untuk satu orang.
      > "Tergantung, Pak! Kalau di lantai I tarifnya Rp. 100.000,00, lantai II
      > Rp. 75.000,00, dan lantai III Rp. 50.000,00," jawab resepsionis. Pedagang kaya
      > itu berpikir sejenak, mengucapkan terima kasih, lalu berbalik hendak
      > pergi. "Apa hotel kami kurang bagus, Pak?" tanya resepsionis penasaran. "Oh, bagus   sekali," jawab pedagang kaya itu, "Tapi sayang, cuma tiga lantai!"
     
     

DAUN TELINGA

      Seorang pria mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan, sehingga kedua daun telinganya harus diamputasi. Namun demikian ia merasa sangat percaya diri karena kemungkinan orang tidak memperhatikannya atau melihat keanehan tsb. Dengan santunan yang ia peroleh dari asuransi kecelakaan, pria tersebut membeli sebuah perusahaan komputer kecil. Bisnis ini sudah diidam-idamkannya sejak dulu, namun baru bisa diwujudkan sekarang dengan sejumlah besar uang yang ia terima. Karena ia kurang mengerti masalah komputer, maka pria tsb ingin memperkerjakan satu orang pegawai. Lalu ia membuka lowongan dan memanggil 3 orang untuk diwawancarai. Pria tersebut mewawancarai pelamar yang pertama. Ia puas dengan hasil wawancaranya dan pada akhir pembicaraan bertanya: "Apakah kamu melihat sesuatu yang aneh pada saya ? "
Ø  Pelamar pertama kemudian menjawab : " Yahh. karena Bapak menanyakannya, maka saya katakan terus terang. Bapak tidak punya kedua daun telinga." Mendengar itu pria tsb kecewa dan mengusir keluar pelamar pertama.
Ø  Pria tersebut kemudian memanggil pelamar kedua. Pada akhir wawancara, ia kembali menanyakan hal yang serupa.
      Pelamar kedua juga menjawab : "Saya lihat Bapak tidak punya daun telinga."
      Pria tersebut kecewa dan mengusir keluar pelamar kedua. Kemudian pria tsb     mewawancarai pelamar ketiga yang terakhir. Pada akhir wawancara ia kembali menanyakan pertanyaan yang sama.
Pelamar ketiga menjawab : "Bapak menggunakan kontak lens."
Pria tsb tersenyum senang, lalu bertanya kembali : "Bagaimana anda tahu saya memakai kontak lens ?"
Pelamar ketiga menjawab : "Bapak tidak memiliki kedua daun telinga sehingga tidak mungkin memakai kaca mata . . . "


      Mbok dipinjemi dulu...
      > Akibat panen yang terus gagal, dan tak cukup penghasilan untuk makan, maka pasangan muda itu bonek (bondo nekat) hijrah ke Gemerlap kota terbesar kedua di Indonesia itu memberikan harapan kepada Parto,"akan kutaklukan Surabaya" katanya dalam hati.
Namun malang... sebulan di Surabaya, mereka tak berhasil mendapat kerjaan, sehingga akhirnya Parto dengan amat sangat terpaksa, minta kepada Sum agar mau ngalah berkorban, jadi WTS. Sum mula-2 nggak mau, tapi desakan ekonomi tak bisa ditahan lagi, akhirnya ia bersedia, dengan syarat ... agar Parto selalu mendampinginya.
 Akhirnya di seputaran Doly, Sum mejeng untuk pertama kalinya. Tak lama, sebuah angkot datang menghampiri .... sopirnya kesengsem dengan paras Sum yang ayu alamiah....
 "Jeng... berapa tarifnya ?" tanya si sopir.
  Sum kaget... karena emang tanpa persiapan mateng, sampe mo pasang tarif berapa juga kagak tahu,akhirnya ia menoleh ke belakang pohon tempat Parto mengawasinya dari jauh.
"Bentar Mas..... "katanya pada sopir angkot. Ia menghampiri Parto, minta nasihat .... Parto bilang : "Sum... kowe minta lima puluh ribu"
 Sum kembali lagi ke sopir angkot dan bilang : " lima puluh ribu mas....."
   "Wah... mahal yah..... awakku cuma ada 30 ribu.... boleh nggak....."
Sum bingung lagi... dan ia kembali ke balik pohon tanya Parto "Mas ...dia punyanya cuman tiga puluh ribu...gimana ?"
 Parto nyahut : "Bilang deh... kalo 30 ribu ya cuman dapat service tangan....."
 Sum balik lagi : "Mas... 30 ribu pake tangan aja, mau ?"
 Sopir yg udah kebelet... setuju....
  Mobil diparkir di tempat gelap.... dan di kursi depan si sopir mempelorotkan celananya dan xxxxxx (sensor). Giliran Sum akan melaksanakan tugasnya.... ia terkesima melihat anunya si Sopir...dan ia bilang kepada si Sopir : "Mas... tunggu sebentar ya......"
buru-buru balik lagi ke tempat Parto bersembunyi dan bilang kepada suaminya :"Mas Parto.... sampeyan ada duit 20 ribunggak? Kalo ada mbok tolong dipinjamkan sama Sopir itu dulu..... "
      Rebutan ayam
       Gendut sedang kesal dan hal yang bisa meredam kegalauan hatinya hanyalah
      makan sebanyak-banyaknya. Ia pun pergi ke rumah makan kesukaannya dan
      memesan ayam goreng satu potong. Beberapa saat kemudian pesanannya datang.
      Tapi begitu ia akan menikmatinya, pelayan lain datang dan berkata, "Aduh,
      maaf Mas. Itu sebenarnya pesanan lelaki tinggi besar yang di sana itu. Dan
      ini merupakan stok ayam terakhir yang kami punya. Maaf ya Mas." Gendut
      menoleh ke arah lelaki yang ditunjuk, lalu berkata, "Karena sudah terlanjur
      di sini, jadi ayam ini milik saya. Toh saya juga membayar." Sementara si
      pelayan restoran tampak kebingungan, lelaki tinggi besar dengan wajah marah
      sambil membawa pisau makan menghampiri Gendut. "Hai gendut, jangan sentuh!!
      Apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu akan aku lakukan terhadapmu. Kamu
      potong kakinya, aku potong kakimu. Kamu potong perutnya, aku potong juga
      tusuk juga perutmu. Pokoknya apapun yang kamu lakukan, akan aku lakukan juga
      padamu." Gendut terdiam beberapa saat, lalu pelan-pelan ia mengangkat
      ayamnya, membawanya ke depan mulutnya, lalu menjilati pantatnya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar