Senin, 16 Agustus 2010

BERHAMBURAN


> BERHAMBURAN
> ===========
> 
> Pada suatu hari ada seorang pedagang kaya yang ingin
> mengadakan hajatan untuk putranya. Untuk keperluan
> itu ia datang ke seorang bandar ayam dan memesan 100
> ekor ayam.
> 
> Pedagang kaya: "Saya ingin memesan 100 ekor ayam
> untuk besok, ini
>                 alamat saya (seraya memberikan kartu
> namanya)."
> 
> Bandar ayam  : "Baik tuan, akan saya suruh anak buah
> saya untuk
>                 mengantarkan ke rumah tuan."
> 
> Sepulangnya si pedagang kaya, bandar ayam tersebut
> langsung memanggil seorang anak buahnya yang bernama
> Joni dan memberikan instruksi ....
> 
> Bandar ayam : "Joni, tolong antarkan 100 ekor ayam
> besok ke alamat
>                ini." [sambil memberikan kartu nama
> si pedagang kaya]
> 
> Joni       : "Nganterin ayam-ayam? Beres Tuan!"
> 
> Besoknya dengan mengendarai sepeda motor si Joni
> pergi mengantarkan 100 ekor ayam tersebut. 50 ekor
> diletakkan di sebelah kanan dan sisanya 50 ekor lagi
> diletakkan di sebelah kiri. Akan tetapi malangnya,
> di tengah perjalanan dia terjatuh dari sepeda
> motornya, dan ayam-ayam yang dia bawa langsung lepas
> dan lari berhamburan. Orang- orang ramai berdatangan
> untuk mengetahui keadaan si Joni. Tetapi si Joni
> malah tertawa terbahak-bahak. Seseorang diantara
> orang-orang yang datang bertanya, mungkin ia merasa
> khawatir karena melihat si Joni yang tertawa-tawa
> ....
> 
> Orang yang datang: "Mas, mas nggak apa-apa kan ...?
> Kepalanya nggak
>                      sakit kan ?"
> 
> Joni             : "Ha ... ha ... ha ... !"
> 
> Orang yang datang: "Mas, kenapa Mas?"
> 
> Joni             : "Ha ... ha ... ha ..., dasar
> ayam-ayam goblok, mau
>                     pada kemana lu? Alamatnya kan
> ada di gue ...
>                     Hua ... ha ... ha ... ha ....!"
> 
> 
> 



baca terus ya, jangan capek, lucu soalnya.....


> > Darsono, Wardi, Sugeng dan Jono janjian mengadakan reuni
> > di Restoran CJDW. Sambil makan, mereka berempat
> > ber-bincang² sambil bernostalgia.
> > Setelah makan Darsono pamit meninggalkan teman²nya sebentar
> > untuk nyanyi karaoke, "Minta lagu apa Rek? Last Kiss tah?"
> >
> > Sambil mendengarkan Darsono nyanyi, teman²nya melanjutkan obrolan
> > mereka. "Bagaimana anak anakmu Geng?" tanya Wardi ke Sugeng.
> > Sugeng bercerita: "Oo, baik² saja, anak saya kan dua.
> > Yang cewek ikut suaminya jadi Kapolres di Medan. Sedangkan
> > yang cowok sudah jadi boss, pabriknya dua, pabrik sepatu
> > dan pabrik mie. Tapi ya gitu..., saya yang jadi bapaknya
> > saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh... pas
> > kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress."
> >
> > "Lha kalau anakmu War?" Wardi pun bercerita, "Anakku
> > tiga cowok semua, yang dua kerja di Amerika, yang
> > bonthot sekarang sudah jadi direktur developer rumah.
> > Tapi agak gendeng juga anak saya yang bonthot ini.
> > Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan aja, tapi waktu
> > kemarin pacarnya ulang tahun di belikan rumah baru."
> >
> > "Kalau kabar anakmu bagaimana Jon?" Sekarang Jono yang
> > cerita, "Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga.
> > Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya
> > anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham.
> > Cuman ya agak nggak bener juga. Lha... saya ini nggak
> > pernah di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu
> > pacarnya ulang tahun di kasih deposito 100 juta."
> >
> > Setelah Jono cerita, Darsono selesai karaoke, "Nyritain
> > apa sih Rek?". "Ini lho Dar, pada nyritain anaknya,
> > gimana anakmu Dar?" tanya Jono. Setelah
> > nyalain rokok, Darsono mulai cerita:
> >
> > "Anakku cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI,
> > eeeh malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon,
> > dari dulu sampek sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi
> > meskipun bencong dia tetep anak ku. Apalagi dasarnya
> > anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama
> > bapaknya. Setiap dapat rejeki saya pasti diberi.
> > Kemarin pas dia ulang tahun, ada temannya yang ngado
> > BMW 318i gress, rumah baru, dan deposito 100 juta.
> > Dia bilang semua itu buat bapak saja, dia
> > tetep seneng buka salon saja katanya.
> >






> kisah seorang karyawan baru
> 
> Waktu saya baru dua hari bekerja di sebuah perusahaan asing, saya sempet
> menelpon ke bagian dapur sambil berteriak,
> "Ambilkan gue kopi... cepaat!" ternyata jawaban dari balik telepon tidak
> kalah keras dan marahnya.
> 
> "Hei bodoh... kamu salah pencet extention? Kamu tahu dengan siapa kamu
> bicara?"
> "Tidak.. " saya menyahut
> "Saya direktur utama disini, dasar idiot. Saya pecat kamu nanti!"
> 
> Nggak kalah gertak dan kalah teriak saya balas menjawab, "dan Bapak tahu
> siapa saya?"
> "Tidak." jawab Boss saya itu.
> "Syukurlah kalo gitu" kata saya cuek sambil menutup telepon.






   >
      >MANTAN WTS & SUPIR TAXI
      > > Benny seneng banget bisa ngajak Vivi kencan malam itu, padahal
      pertemuan
      > > mereka baru berlangsung beberapa jam. Malam itu Benny ngajak Vivi ke
      >Puncak.
      > > Mereka pun melakukan "hal-hal yang diinginkan" di sela-sela
      rimbunnya
      >kebun
      > > teh. "Mas Benny, maaf saya lupa bilang kalau sebenarnya saya adalah
      > > perempuan nakal. Jadi apa yang kita lakukan tadi nggak gratis, lho,
      Mas.
      > > Saya minta 100.000 aja," kata Vivi tersipu-sipu. "Kamu nggak usah
      merasa
      > > menipu seperti itu, aku juga sebenarnya adalah
      > > seorang sopir taksi. Jadi untuk ongkos Blok M - Puncak kamu cukup
      bayar
      > > 150.000 aja," kata Benny kalem
      >
      >

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar