Selasa, 08 Juni 2010

Keajaiban Dunia














Tujuh bangungan tersebut adalah Piramida Mesir, Taman Gantung Babylonia, Patung Zeus di Olimpia, Patung Artemis di Ephesus, Musoleum di Halicarnassus, Colosus di Rhodes dan Mercusuar di Alexandria.

Terinspirasi oleh Mitologi, kepercayaan dan seni, masyarakat kuno membangun tujuh proyek luar biasa ini. Bangunan-bangunan ini dibuat dari tahun 2700 sebelum masehi sampai pada 270 sebelum masehi.

Dari sekian banyak piramida yang berada di Mesir, hanya satu piramida yang mampu terus bertahan dari segala serangan alam dan serangan manusia dan tetap berdiri kokoh memperlihatkan kekuatan dan kemisteriusannya, piramida tersebut adalah piramida Mesir yang berada di Giza, pada tepi barat sungai Nil dekat Kairo.



Diperkirakan bangunan ini dibangun sekitar abad 2700 sampai 2500 sebelum masehi. Dari 10 piramida, tiga piramid masih terlihat kokoh. Piramida pertama dan terbesar, dibangun untuk Pharaoh Khufu. Piramida ini terkenal sebagai the Great Pyramid,memiliki tinggi bangunan sekitar 450 kaki dan memiliki luas 13 hektar.

Bangunan ini dipercaya dibangun oleh 100.000 budak dan menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun piramida besar dengan jumlah batu sekitar 2.3 juta. Bisa Anda bayangkan para budak tersebut mendorong atau menyeret batu keemasan tersebut untuk membangun bangunan setinggi dan seluas itu, luar biasa sekali kan?





Kemudian taman gantung Babylon, yang berlokasi di Babylon, kalau sekarang dekat Baghdad, Iraq. Bangunan ini dibuat sekitar abad 600 sebelum masehi. Kebun ini, yang mungkin hanya sekedar fabel, terbentang di teras batu bata istana raja Nebuchadnezzar II untuk salah satu istrinya. Menurut salah satu tulisan dari pendeta Babylonia, mereka memperkirakan bahwa tempat tersebut memiliki lebar sekitar 400 meter persegi dan sekitar 75 kaki dari atas tanah. Menurut tulisan tersebut pada budak secara bergantian (shift -red) mengangkat air dari sungai Eupharates untuk mengairi pepohonan, bungan dan tanaman lain.




Yang ketiga adalah patung besar dewa Zeus yang terlaetak di Olimpia, dibangun sekitar abad 457 sebelum masehi. Pada tahun tersebut mereka membangun kuil untuk menghormati dewa Zeus, ditempat itulah Olimpiade pertama kali diselenggarakan pada tahun 776 sebelum masehi. Patung dewa Zeus yang dibuat dari gading, duduk disinggasana dengan jubah emasnya dibuat oleh pematung Athena bernama Phidias. Pada akhirnya seorang pria Yunani kaya memutuskan memindahkan patung tersebut keistana Constantinopel (saat ini dikenal dengan nama Istambul, Turki). Mereka berusa memperpanjang usia patung tersebut, ketika kebakaran menghancurkan kuil di Olimpia, tetapi di tempat barupun mereka tidak bisa mengamankan patung tersebut, kebakaran besar menghancurkan patung tersebut di abad 462 masehi. Yang tersisa di Olimpia hanya bangunan kuil yang sudah hancur dan fondasi bangunan tersebut.





Selanjutnya patung Artemis di Ephesus, sebuah kota di jaman Yunani Kuno (kalau saat ini bagian barat Turki). Bangunan ini dibuat pada tahun 550 sebelum masehi. Kota Ephesus merupakan salah satu kota dengan bangunan yang kompleks pada masa Yunani Kuno. Kuil Artemis (Diana) terbuat dari marmer dan memiliki lantai tertutup dari kayu. Dibuat oleh seorang arsitek bernama Chersiphron dan putranya, Metagenes, bagian dalam kuil tersebut terbentuk atas dua baris dengan 106 kolom, yang dipercaya memiliki ketinggian sekitar 40 sampai 60 kaki. Fondasi bangunan tersebut diperkirakan sekitar 200 kaki sampai 400 kaki. Kuil aslinya terbakar pada tahun 356 sebelum masehi dan dibangun kembali pada fondasi yang sama. Api kembali menghanguskan kuil tersebut pada abad 262 masehi, tetapi fondasinya masih tetap bertahan. Sisa-sisa patung dari kuil kedua berada di musium London saat ini




Musoleum di Halicarnassus merupakan bangunan besar selanjutnya yang merupakan bagian dari tujuh keajaiban dunia. Bangunan ini dibangun pada 353 sebelum masehi, berlokasi di sebelah barat daya Turki. Bangunan luar biasa ini dibuat dari marmer putih untuk tempat bersemayamnya raja Mausolus, seorang raja di kerajaan Persia, serta istrinya, Artemisia. Seorang arsitek asal Yunani, Satyrus dan Pythis mendesain bangunan yang diperkirakan memiliki ketinggian 135 kaki dengan ornamen yang luar biasa. Saking besarnya, kata Mausoleum atau musoleum digunakan untuk menyatakan sebuah makam yang megah dan besar. Bangunan ini rusak karena gempa bumi yang terjadi di awal abad 15 dan akhirnya dibongkar. Beberapa fondasinya masih ada, sementara ukiran dalam musoleum tersebut dapat Anda temukan di Musium london.





Kemudian patung besar yang lebih dikenal dengan sebutan The Colossus of Rhodes, patung ini dibuat pada awal abad 200 sebelum masehi, dibangun dekat pelabuhan Rhodes, sebuah pulau Yunani di laut Aegean. Sejarahnya, seorang pematung asal Yunani, Chares dan para pekerjanya bekerja selama 12 tahun untuk membuat sebuah patung perunggu raksasa untuk menghormati dewa matahari Helios. Patung tersebut memiliki ketinggian sekitar 120 kaki, hampir sama dengan patung Liberty Amerika. Sayangnya patung ini hanya bertahan selama 56 tahun, karena setelah itu gempa bumi menghancurkan patung tersebut.





Yang terakhir adalah Mercusuar Alexandria, yang dikenal dengan sebutan the Pharos of Alexandria. Bangunan ini dibuat tahun 270 sebelum masehi di sebuah kepulauan kuno yang dulu biasa disebut pulau Pharos di pelabuhan Alexandira, Mesir. Menurut sejarah, biasanya sebuah mercusuar Alexandria memiliki ketinggian sekitar 400 kaki, pastinya itu merupakan bangunan paling tinggi di dunia. Seorang arsitek Yunani, Sostratus yang mendesain mercusuar tersebut saat masa pemerintahan raja Ptolemy II. Lampu ini terus mengantar para pelaut ke pelabuhan selama 1500 tahun dan merupakan keajaiban terakhir yang hilang dari muka bumi setelah gempa bumi menghilangkan bangunan tersebut pada abad ke 14.

Seorang pengembara Arab menulis catatan pada tahun 1166 yang menuliskan detail struktur bangunan tersebut, dari catatannya, para arkeologis mengatakan kalau bangunan tersebut dibangun dalam tiga tahap. Di atas bangunan tersebut ada sebuah kaca yang memantulkan sinar matahari dan tempat api untuk mengantar para pelaut pada malam hari. Saking terkenalnya kata "pharos" digunakan untuk menyatakan mercusuar dalam bahasa Perancis, Italia dan Spanyol.



Jadi itulah tujuh keajaiban dunia yang hilang ditelan masa dan mungkin patut diingat karena kemegahan dan kerumitan pembuatan bangunan-bangunan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar